Jumat, 24 Februari 2012

Manfaat menulis di Blog :)

God day all, hari ini aku memposting tentang manfaat menulis, apa saja sih serunya menulis itu??? Ihh nulis itu bikin capek deh??? Nulis itu cuma bunag buan waktu ya??? Hmm mari kita singkirkan opini yang sering dilontarkan khalayak umum yang buka  penulis.
Menulis itu banyak manfaatnya kok, mau tahu?? Check di bawah ya ^^

#Membangkitkan percaya diri

 Kepercayaan diri yang tinggi bisa datang dari menulis lho, alasannya disini tempat dimana kita bisa meluapkan emosi, mencurahkan kejadian yang pernah kita alami misalnya disapa cowo cakep n tenar, dimarahin guru, ulangan harian yang gagal, dan sebagainya. Yah singkatnya Diary online, kita curhat sama dunia maya!!! Dengan mencurahkan isi hati dan segenap perasaan, kepercayaan diri yang hilang bisa bangkit lagi lho.
Contohnya aja aku yang lagi GALAU mikirin tentang seminar pertama kali dihidupku, dengan menulis aku tidak terlalu gugup, malahan terselip semangat.

#Menghilangkan StrezZzzZ
 Rasa stres sering kita alami, dengan menulis di blog kita bisa refreshing otak yang lelah akan jadwal yang padat. Kita bisa menulis apapun yang ada dibenak kita, Saya punya kata motivasi "Tulislah apa yang ada difikiranmu, tapi jangan fikirkan apa yang harus kamu tulis". Imajinasi dink :)

#Sumber penghasilan

 Menulis di blog bisa jadi sumber penghasilan lho, walaupun umur kita yang masih bocah. Misalnya kita menulis tentang keindahan panorama daerah Indonesia, siapa tahu visitor blog kita ini orang luar, dan mereka pun tertarik mengunjungi Indonesia. Aliran dana pun mengalir ke negara kita.
Lho???
Buat si penulis manaaa???
Oh iya, kalo buat si penulisnya, misal kita menulis tentang sebuah cerpen dan ternyata cerpen itu sangat bagus. Siapa tahu visitor blog kita tertarik untuk membeli cerpen hasil karya kita?? Hasil uangnya pun lumayan cukup buat traktiran lho.

#Membagikan Informasi
  Singkat saja, kita menulis tentang dampak negatif atau positif dari suatu benda atau apalah. Nah si visitor yang ngak tahu akan informasi itu menjadi tahu setelah membaca postingan kita. Kita dapat manfaat yang menguntungkan, yaitu dapat PAHALA. Membagi informasi yang benar kan membuat kita mendapat pahala.

#Dunia Imajinasi
 Disini kita seru-seruan mnulis tentang imajinasi kita, dari imajinasi yang kecil bisa kita kembangkan menjadi hal yang besar. Seperti cerpen, kita hanya butuh imajinasi kecil lalu kita kembangkan menjadi sebuah cerpen ataupun tulisan yang lain.

Sekian dulu yahh.. kalau ada yang mau nambahin juga gpp, butuh juga buat  seminar..



         With Love








    Nurhayatii Zaiinal ♥

Sabtu, 18 Februari 2012

My Prince Imagination


Aku kini menyebutnya "Prince Imagination". Aku hanya bisa berimajinasi dengan bayangannya, berharap aku bisa terhubung dengan telepatiku ini.


Hari ini aku tengah melakukan sekolah tambahan sampai jam 5 sore, waktu masih menunjukkan pukul 2 siang, terik matahari begitu menyengat kulit ku, karena kepanasan tenggorokan ku kering. Aku pun izin keluar sebentar untuk membeli sesuatu yang bisa melegakan tenggorokannku. Aku pun ke kantin melewati kelas X4, disana aku melihat seorang siswa yang tengah mahir mengerjakan soal kimia, lngkah ku terhenti sebentar aku meliat parasnya bisa dibilang cakep, otaknya sepertinya pintar. Aku bergumam, aku pun teringat bahwa aku harus membasahi tenggorokanku.
Sekembalinya aku dari kantin, aku melewati kelas itu lagi, kini aku melihat dia sedang tengah asyik berbicara dengan teman sebangkunya, entah rasa apa yang menarimk pandanganku terhadap seseorang itu. Setibanya di kelas aku terus mengingat dia, tapi lamunanku terhentikan oleh sura lantang guru ku yang sedang mengajarkan tentang trigonometri. Imajinasi ku terputus dengan menghadapi kenyataan.

Jam setengah empat, aku istirahat sekalian melaksanakan sholat Azhar, setelah aku berwudhu, aku melihat cowok yang tadi lagi, aku melihat dia berwudhu dan ke masjid, lalu mengumandangkan adzan, dan ternyata suaranya waww membuatku merinding. Aku berfikir, mungkin aku hanya tertarik karena kemahirannya akan segala sesuatu hal yang dia lakukan sejak tadi.
Lama kelamaan aku bertindak bagaikan seorang DETEKTIF GILA YANG GAGAL, aku selalu ingin mengetahui segala sesuatu yang menyangkut dirinya, mulai dari namanya, alamatnya, makanan favoritnya, semuanya sampe nomor sepatunya. Aku heran, sepertinya aku merasa mulai terpuruk didalam ketertarikan gravitasi cinta.

Setelah sebulan, aku baru mengetahui namanya. Cowok bertubuh tinggi itu bernama Givan Utama Putra panggilannya Givan. Tampangnya begitu cakep, bertubuh tinggi (ideal), pintar dalam pelajaran matematika, kimia fisika bla bla bla, bisa dibilang semuanya, perfect dah, apalagi dia jago basket.
Tiap pulang sekolah, aku merubah tempat tongkronganku dari depan gerbang sekolah menjadi lapangan basket, aku berpura-pura didepan mereka mengerjakan tugas harian, tetapi aku memantau gerak gerik tangguh dari Givan ketika bola kecil itu dilayangkan ke ring. Aku bertepuk riuh dalam hati.
Selesai dia bermain basket, aku juga beranjak pulang, arah rumah kami sepertinya searah, dia berjalan dibelakangku. Kebetulan aku membawa beban buku tebal yang membuatku gelisah untuk memeluknya, dan GUBRRAAKKK, buku yang kupeluk terjatuh semuanya, ahh kenapa sih pelajaran hari ini semuanya menggunakan buku yang tebal setebal kamus???. Ketika aku baru mengambil dua buku itu, Givan datang membantuku mengambil buku yang ketiga dan keempat, disaat dia mengambil buku keempat itu, mata kami saling bertemu, terkunci selama beberapa menit dan buyar karena handphoneku bergetar.

"Lovia, kamu lagi dimana, oh ya ntar malam aku jadi ya nginap dirumah kamu"

Aku tidak mengiraukan pesan singkat itu, aku bangkit dari posisi ku mengambil buku itu, dia pun juga berdiri.
Dengan gugup aku mulai berbicara "Makasih ya"
"Ya sama-sama, namaku Givan". Sambil menjulurkan tangannya.
Aku menerima sambutan hangat tangannya "Aku Lovia, kamu jago juga main basket ya".
"Wah ngak juga kok, biasa aja". Sambil tertawa kecil.

Apa??? itu hal biasa baginya, bagaimana jika luar biasa, pasti permainannya mengalahkan Michael Jordan. Dan membuatku ingin meninggalkan jejak tepuk tangan yang riuh diantara semua penonton. Aku begitu terkesima dengan tatapannya tadi.

"Oh kalau begitu aku duluan ya". Ucapku terbata-bata.
"Barengan aja, buku kamu biar aku yang bawain, ngak bagus lho cewek bawa beban yang berat". Dia mengambil bukuku dengan pelan tapi pasti.

Hatiku langsung saja seperti berkelopak, tidak ada duri yang menumbuhinya atau batang yang keras, hanya kelopak bunga mawar yang berjatuhan. Kami berpisah di dekat rumahku, saling berpamitan.

Day by day, dia jarang terlihat olehku, memang sih dia sering bermain basket di lapangan basket, tapi jadwal les ku menghalangi untuk menatap kemahirannya. Aku hanya bisa melihat dia tiap hari Jum'at ketika pulang sekolah sore dan sabtu saja, selebihnya hanya rindu yang mendera di hatiku.
Dia semakin jarang terlihat muncul di depan mataku, Givan, aku kini menyebutnya "Prince Imagination". Aku hanya bisa berimajinasi dengan bayangannya, berharap aku bisa terhubung dengan telepatiku ini.
Ketika bertemu, dia hanya menyapaku, memanggil namaku tidak lebih dari itu, kadang aku sejalan pergi kesekolah, dia hanya menyapaku juga, mengucap kata lebih dari itu jarang, hmm maksudku tidak pernah.

Semakin jarang terlihat, hatiku tidak pernah lelah untuk menatapnya, mencari dimana dia. Semangat itu aku perjuangkan, untuk menatapnya saja aku sudah bahagia.
Tapi, kemudian akun sadar, My Prince Imaginationku sepertinya tidak mempunyai gelagat untuk melakukan hal yang sama dengan apa yang kulakukan. Aku hanya bisa diam tertunduk, tersenyum melihatnya, walau hatiku ini sudah ditumbuhi duri mawar yang sedikit-sedikit mulai menyesakkan dadaku.

Kini aku biarkan saja waktu yang menjawab, jika dia memang ditakdirkan untukku pasti dia ada untuku disuatu saat nanti, walaupun aku sudah bersama yang lain, dia pasti akan datang jika itu memang takdirku.
Aku hanya berdoa kecil semoga dia selalu dalam keadaan yang baik, selalu tersenyum, selalu mengenaliku walau wajah ku tidak seperti yang sekarang. Dan aku tetap berteman dengan imajinasiku tentang dirinya. Ingatlah aku My Prince Imagination :')




    
             With Love




       Nurhayatii Zaiinal ♥




Sabtu, 11 Februari 2012

Cintaku Berawal Dari Sebungkus Beng Beng

Lembaran kertas diary ku kubuka perlahan, baru baru ini sejak SMA ini aku menulis cerita hidupku di dalam catatan penting ini. Aku merasa kejadian-kejadian di SMA ini adalah hal yang sangat berharga jika dilewatkan Setiap helainya aku selalu tersenyum kecil, hal aneh lucu menyebalkan tersalin rapi didini. Baik kali ini karena aku sedang berbaik hati akan kuceritakan kepada kalian :)

Matahari menyinarkan semangat paginya, memberiku seterik pencerahaanya di pagi ini. Pagi setelah memakan nasi goreng buatan sang chef terhebat ku Mama, aku akan berangkat ke sekolah baruku yakni SMA Bhakti Luhur, aku tidak sabar memasuki kelas yang baru, seragam baru, guru-guru yang baru, teman teman yang baru serta pacar baru.
Aku menikmati kelas baruku dengan pelajaran Biology, haha sejak kecil aku memang suka pelajaran itu, tapi ada yang membuatku merasa NGEHH untuk belajar. Aku sekelas dengan musuh ku sejak kelas 3 SMP, Vicky bagaimana aku tidak menganggapnya musuh, waktu SMP dulu dia pernah menjahili aku dengan memasukkan kecoa sebenyak tiga ekor ke dalam bekal siangku, aku pun jadi tidak makan siang bukanya kenyang malah muntah. Sungguh menyebalkan sampai sekarang, ingin rasanya wajahnya ku celupkan ke tumpukan tikus putih liar.

Waktu belajar hari pertama telah selesai, kini saatnya aku beranjak pulang, tapi aku belum ingin pulang, teman baruku Viola mengajakku duduk di sekitar lapangan basket sekolahan, aku pun membeli makanan di kantin yang jaraknya hanya beberapa meter dari posisi awalku, tidak afdhol donk kalau nongkrong di suatu tempat tapi pengganjal perut tidak tersedia, akhirnya aku pergi sendirian di kantin, disana ada makanan favorit ku Beng Beng, hwaa betapa ingin nya hatiku untuk membelinya, yahh ternyata hanya tinggal satu bungkus, tapi ngak apa-apalah, TAPIIIII ketika tangan ku mau mengambil Beng Beng yang delicious itu, tiba-tiba tangan Vicky menerobos tangan ku yang sudah hampir tepat di depan makanan itu.
"Woii pelanggaran lalu lintas, gue yang pertama kali mau ambil ni makanan, loe langsung aja nyambar". Otakku langsung mendidih.
"Yee loe kan belum ngambil en belom jadi hak paten loe". Sambil memberikan icon cibirannya kepadaku.

Hati ku langsung saja mengamuk, lalu aku langsung merebuk Beng-beng itu dari tangan jahilnya, aku langsung beranjak pergi. *Upss belum bayar lagi, ahh malu, aku balik ke kantin itu dan membayarnya dengan muka merah layaknya tomat.
Ketika aku sudah kembali ke tempat semula, aku bercerita mengenai Vicky yang usil jahat kepadaku. Aku menceritakannya dengan penuh penghayatan, sampai-sampai Beng Beng yang aku makan coklatnya belepotan ke sekitar bibirku.

Beberapa hari kemudian, saat istirahat, aku ke kantin lagi membeli makanan, bisa dibilang Beng Beng lagi lah. Di bangku kantin aku melihat anak nyebelin sejagad raya (Vicky). Bukannya aku cemas atau takut, tapi malas saja mataku ini melihat kelakuan anehnya lagi. Aku perlahan membeli beberapa makanan, berharap dia tidak melihatku. Ketika aku hendak membayar, datang lagi deh anak itu, kali ini kelakuannya bukan menyebalkan, tapi tetap juga aneh, dia membayar semua jajanan aku, tumben banget Vicky baik.
"Eh ky tumben loe baik sama gue, nyesel ya ngerjain gue selama ini?". Tanya ku dengan wajah PD.
"Heran ya gue jadi baik, sekarang gue udah tobat Anata". Jawab nya sambil menyilangkan tangannya.
"Ohh gitu ya, mkasih". Jawabku dengan nada kurang sopan.

Saat aku hendak meninggalkan kantin, si mbak kantinnya memanggil aku . . .
"Dek, uang yang dikasih teman kamu uang ,mainan dek". Sambil melihat teteran gambar yang aneh di dalam uang lertas itu.
*PLAKKK malu gue, gue dikerjain lagi sama tuh bocah, daripadamalu gue langsung aja bayar makan dengan uang asli, dan langsung kabur.
Aku langsung pergi ke kelas dengan muka malu dan memerah, Viola menanyaiku dan aku  bercerita dihadapannya sambil melihat bangkunya itu. Pokonya dia menyebalkan lah. Tiap malam hari aku selalu memikirkan dia terus-menerus, yang kadang membuat mataku susah tidur, eiyss bukan jatuh cinta, ya bukan.

Setiap bertemu aku selalu iringin keisengannya, aku kini sudah muak dengan sikapnya itu. Beberapa kali aku sudah dikerjainya, hmm tepatnya sudah 21 kali, bodohnya aku. Di hari ini aku ingin langsung bertemu dengan dirinya untuk berbicara mengenai kelakuan aneh nya itu. Aku mau dia menghentikannya, ketika aku akan menghampirinya, aku melihat dia bersama seorang perempuan yang menurutku cantik dan gerak-geriknya lembut, seketika hatiku langsung terasa nyesek, kayak asma tapi bukan asma. Pokonya ngak suka lah liat mereka, atau cewek yang tadi apa jangan-jangan itu pacarnya Vicky. Niat untuk berbicara denganya surut. Lebih baik aku cari hari lain saja untuk berbicara dengannya.


Setiap hari setelah kejadian itu aku terus memikirkan Vicky dan cewek yang didektnya waktu itu, lama kelamaan,  kemudian baru aku sadari hatiku mulai jatuh cinta pada makhluk tuhan yang selalu menjahiliku. Cinta karena benci, pribahasa yang tepat juga. Kini Vicky tidak terlalu menjahiliku, malahan kini dia hanya memperhatikanku saja, aku merasa tidak enak hati. Tapi tetap, aku ingin mengatakan jangan menjahiliku lagi, tujuan ku mengatakan hal itu kini berbeda, yaitu agar aku tidak teringat selalu dengannya.

Semakin kulihat, sikap cowo jahil itu kini beubah 180 derajat!! Dia kini begitu sopan padaku, murah senyum pokoknya perfect dah. Dan aku semakin terjerumus cintanya.


Baik, hari ini tanggal 14 february aku mengatakan padanya jangan menjahiliku . . .
"Ky, gue mohon loe jangan pernah jahilin gue lagi, loe tau ngak sakit rasanya". Derngan wajah memohon mohon.
"Gue udah berubah Ata, gue janji ngak akan jahilin loe, kalo itu emang bikin loe sakit, eh btw sakit knapa ni???"
"Want to know aja". Ucapku sambil senyum sedikit.
"Oh ya, gue cuma mau bilang, kalo gue sayang sama loe". Vicky langsung lari dari hadapanku.

Aku heran, apa dia tau tentang perasaanku lalu dia menjahilku lagi, ahh itu tidak mungkin, dari mana dia tau. Karena penasaran aku langsung saja mencari dia, dan akhirnya aku mendapatinya dibawah ring basket sambil menunduk . . .
"Ky maksud loe tadi apa???"
"Ihh Ata, want to know aja". Menirukan gaya bahasa ku.

Ditengah pembicaraan itu, aku diam sebentar, aku merasakan kejanggalan, semua orang di sekitarku sepi, kelas sepi pokonya tidak berpenghuni. Hanya aku dan dia yang masih disana. Tapi aku biarkan saja, aku ingin mengetahui tentang suatu hal.
Aku lanjut dengan pembicaraanku yang terputus tadi.

"Loe udah janji ngak mainin gue, tapi kenapa sekarang loe lakuin lagi???". Sambi berteriak didepannya.
"Maksud loe, loe naksir gue ya". Sambil menatap mata kecil ku.
Aku diam sebentar "Au ah gelap".
"Oke gue mau jujur sama loe, sejak SMP gue udah suka sama loe, gue ngerjain loe itu cuma buat cari perhatian aja, tapi malah bukannya suka tapi loe benci ma gue, gue ulang lagi ya, gue suka sama loe, loe mau ngak jadi pendamping hati gue???" Sambil menatap dalam mataku kecilku.
"Loe serius???". Aku masih tidak percaya
"Serius, dua rius malahan".
"Hmm maaf ya kayaknya gue ngak bisa".

Aku mendengar suara kecil yang mengucapkan "Ciee, ehem ehemm" dan sebagainya. Mungkin itu hanya halusinasiku belaka.

"Kenapa loe masih benci sama gue???".
"Ya gue ngak bisa kalo ngak nerima cinta loe". Sambil tersenyum lebar.
"Jadi loe nerima gue?". Tanyanya mnasih tidak percaya.
"Hmm iya". Dengan suara kecil

Tiba-tiba semua orang keluar dari kelasnya masing-masing dan melemparkan kelopak-kelopak bunga mawar berwarna merah muda ke arah kami, lalu ada juga salah seorang sahabat Vicky yang mengabadikan kami dengan merekam semua kejadian tadi di bawah ring itu.

'Ta, gue mau bilang sekali lagi, loe mau kan jadi pacar gue". Kembali menatap dalam mataku dan menggengam erat tanganku, lalu memberika sebuah makanan favoritku Beng Beng.
"Iya Vicky gue mau jadi pacar loe". Teriakku ke semua orang.
"Cieee cieee". Suara yang kuanggap halui\sinasi tadi berubah nyata.


Akhirnya pada hari itu juga kami jadian, pada saat kenaikan kelas, kelas kami berbeda, walau terasa sedih tapi tidak apa-apalah, aku kini yang sering mengusili dia, setiap dia jajan di kantin membeli Beng Beng, aku selalu merebut makanan manis itu, hal itu terus kami lakukan sampai tamat SMA.

Kini aku sudah ada di perguruan tinggi, tetapi tetap cintaku bersama Vicky masih terjalin. Aku berharap dia akan menjadi pendamping hatiku begitu juga dengannya.

Lembar terakhir dari diaryku kututup bersama Vicky, dia tersenyum melihat isi diaryku yang begitu banyak kejadiannya. Terutama si Beng Beng, pemersatu cinta kami. Dan dia juga tertawa ketika melihat bungkusan Beng-beng yang diberikannya tertempel rapi di belakang diaryku. Di belakang bungkusnya kutulis, Saat kami bersatu, dunia terasa manis seperti coklat.

"Ohh jadi kamu begitu benci ya sama aku". Sambil memeluk diaryku.

Kami kini tidak memanggil loe gue, tapi aku dan kamu agar terlihat lebih gimanaaaa gitu.

"Dulu iya, sekarang berbalik arah, kini aku sudah cinta kamu".
"Cinta ku berawal dari sebungkus Beng Beng".



           With Love



      Nurhayatii Zaiinal ♥





Kamis, 09 Februari 2012

My Sweet Teddy Bear :3

────▓▓▓▓───▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓───▓▓▓▓ ──▓▓▒▒▒▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▒▒▒▓▓ ──▓▓▒▒▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▒▒▓▓ ───▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓ ─────▓▓▓▓▓███▓▓▓▓▓▓███▓▓▓▓▓▓▓ ... ────▓▓▓▓▓▓███▓▓▓▓▓▓███▓▓▓▓▓▓▓▓ ────▓▓▓▓▓▓▓▓▒▒▒███▒▒▒▓▓▓▓▓▓▓▓▓ ────▓▓▓▓▓▓▓▒▒▒▒███▒▒▒▒▓▓▓▓▓▓▓▓ ─────▓▓▓▓▓▓▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▓▓▓▓▓▓▓ ───────▓▓▓▓▓▓▒▒▒▒▒▒▒▓▓▓▓▓▓▓▓ ─────▓▓▓░░░░░▓▓▓▓▓▓▓▓░░░░░▓ ─▓▓▓▓░░░░░░░░░░░▓▓░░░░░░░░░░▓ ▓▓▓▓▓░░░░░░░░░░░░░░░░░░░░░░░░▓ ...▓▓▓▓▓▓▓░░░░░░░░░░░░░░░░░░░░░░▓ ▓▓▓▓▓▓▓▓▓░░░░░░░░░░░░░░░░░░░░▓▓▓▓ ▓▓▓▓▓▓▓▓▓░░░░░░░░░░░░░░░░░░▓▓▓▓▓▓ ─▓▓▓▓▓▓▓░░░░░░░░░░░░░░░░░░░▓▓▓▓▓▓ ───▓▓▓▓▓░░░░░░░░░░░░░░░░░░░▓▓▓▓▓ ─────▓▓─▓░░░░░░░░░░░░░░░░░▓─▓▓ ──▓▓▓▓▓▓▓▓▓░░░░░░░░░░░░░▓▓▓▓▓▓▓ ─▓▓▒▒▒▒▒▒▓▓▓▓░░░░░░░░░▓▓▒▒▒▒▓▓▓ ▓▓▒▒▒▒▒▒▒▒▒▓▓▓▓░░░░░▓▓▒▒▒▒▒▒▒▒▓▓ ▓▓▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▓▓▓▓▓░▓▓▓▒▒▒▒▒▒▒▒▒▓▓ ▓▓▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▒▒▒▒▒▒▒▒▓▓ ▓▓▓▒▒▒▒▒▒▒▒▓▓▓─────▓▓▓▓▒▒▒▒▒▒▓▓ ─▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓───────▓▓▓▓▓▓▓▓


TEDDY BEAR CUTE ..♥♥

Minggu, 05 Februari 2012

Haruskah Keyakinan Memisahkan Cinta Kita ??? ♥

 Seandainya kamu ditakdirkan tuhan untuk dititipkan rasa kepada seseorang yang berbeda keyakinan dengan kamu, akankah kamu akan menerimanya





Ryu baru saja selesai menunaikan shalat jum'at, disudut kejauhan tampaklah Katta yang sedang memegangi tas mungil hello kittynya, Katta hendak pulang bersama teman-temannya, disudut kejauhan itu pulalah Ryu berkata didalam hatinya.
"Ah seandainya saja, aku bisa mendekatinya aku pasti akan dengannya siap sholat ini"Gumamnya

Semua para jamaah mulai beranjak pergi, Ryu juga, dia berjalan menelusuri jalan setapak ke rumahnya, selama perjalanan dia hanya memikirkan satu nama yaitu Katta, seorang wanita katolik yang memiliki paras yang manis serta tutur bahasanya yang anggun, itu adalah salah satu daya pikat nya terhadap Ryu.

Sebenarnya Ryu sudah berteman baik dengan Katta sejak awal MOS SMA, ketika itu Katta terlambat datang MOS, dia hanya sendirian terkurung jeruji besi pagar sekolahan tapi untung Ryu juga terlambat, sehingga Katta tidak sendiri di luar jeruji itu, mereka berbincang kecil. Ya dari situlah pertemanan mereka sampai saat ini, kelas XI.

Mengungkapkan perasaan memang begitu sulit, apalagi jika sudah diungkapkan tapi kata yang terucap adalah "Maaf sepertinya aku tidak bisa" begitu pahit untuk menelan sepenggal kata itu. Itu hal yang ditakutkan Ryu apalagi mereka berbeda keyakinan, bukan masalah takut terpengaruh, tapi orang tua masing-masing tidak memberi restunya. Bukankah hidup lebih damai jika orang tua memberi kan restunya kepada anak ya???

Keesokannya disekolah, Ryu terlihat berbincang-bincang dengan Katta, beberapa pertanyaan pun dilontarkannya . . .
"Ta, seandainya tuhan menitipkan rasa ke kamu untuk mencintai seserang yang berbeda keyakinan dengan kamu, apa yang akan kamu lakukan??
"Aku akan melalui hari dengannya, melalui rintangan badai yang akan memisahkan dengannya". Ucap Katta dengan mata berbinar-binar.
"Jika orang tua mu tidak memberi restu kepada kamu gimana?".
"Aku aka mencoba meyakinkan mereka, bahwa ini pilihanku".
"Jika tetap tidak merestui gimana?".
"Aku pasrahkan saja, sebab restu mereka kan tempat aku hidup dan bernaung, Ryu".Katta menunduk lesu.
Rasa cinta juga dirasakan Katta, dia merasakan rasa aman dan getaran halus dihatinya dari Ryu, rasa itu bermula dari awal bertemunya mereka, rasa sayang Katta ke Ryu lebih lama dibanding Ryu ke Katta. Siapa yang akan tahu mengenai hati seseorang kecuali sang pencipta.

"Hari ini aku akan menyatakan perasaan cintaku kepada Katta, tekadku sudah bulat, resiko apapun akan kuterima, rasa ku sudah tidak bisa ditahan". Ucapnya didepan bayangannya sendiri saat becermin.
Tetapi rasa untuk mengungkapkannya kembali ia tarik pasalnya ia dihantui kalimat yang lewat ditelinganya "Aku takut jika tidak direstui oleh masing-masing orang tua" Uhhh Ryu begitu plin-plan.
Sementara Katta yang sudah berada disekolahan lebih pagi sedang membuka lembar diarynya, diary yang ia tulis tentang perasaanya terhadap Ryu.

Dear diary, ini adalah waktu pertama kalinya aku bertemu seseorangc ytang membuat hatiku merasa hawa yang lain, hawa cinta, ia yang menyelamatku pada saat ku sendirian diluar gerbang sekolah ketika MOS, ia bernama Ryu. Orangnya ceria, selalu bisa membuat ku tertawa, ketika hatiku takut tidak mengikuti MOS pertama di SMA, he's my hero ^^

Tiba-tiba . . .
"Haaa, lagi ngapain nih, wahhh baca diary ya???? bagi donk". Sambil merebut Diarynya Katta.
"Ihh apaan sih??? ngak boleh ini privasi". Katta menarik diarynya.
"Wahhhh pelit nihh, ahh ngak seru deh, liat ya". Ryu tetap saja menarik diary tersebut.
Sampai pada akhirnya diary Katta terjatuh, Ryu sempat membaca isi buku harian tersebut, kalimat yang sempat dibacanya adalah " ia yang menyelamatku pada saat ku sendirian diluar gerbang sekolah ketika MOS, ia bernama Ryu" tentunya hati Ryu pun berdebar, ia tidak menyangka kalau Katta juga mengaguminya juga.
"Ehem wahh ada yang ngefans sama aku nih, nama aku pake ditulis segala di diarynya". Ucapnya jahil.
"GR amat sih, salah baca kali tu".
"Salah baca ya? hmm liat lagi ya mungkin itu salah, aku mau pastiin itu nama siapa". Ucapnya bohong.
"Ngak bisa ini privasi Pri-Va-Si". Sambil memasukkan diarnya kembali ke dalam tas hello kittynya.

Ryu ngak mungkin salah baca, dia sudah meliat tulisan itu dengan pasti. Rasa takut untuk memulai hubungan dengan Katta kini dengan pasti ia tekad bulatkan, hingga seminggu kemudian setelah kejadian diary itu ia menyatakan perasaan terdalamnya sepulang sekolah . . .

Di kantin . . .
"Ta, beberapa waktu yang lalu kan kamu pernah ngomong seandainya kamu ditakdirkan tuhan untuk dititipkan rasa kepada seseorang yang berbeda keyakinan dengan kamu, akankah kamu akan menerimanya, jika orang yang ditunjuk tuhan itu adalah aku bagaimana???". Ucapnya gugup.
 "Tuhan menitipkan perasaannya ke setiap makhluknya tanpa memandang siapa kita". Ucapnya tersenyum. "Aku dulu pernah mengatakan bahwa aku akan menerimanya, kini aku akan menerima orang yang selalu mengisi hatiku sejak pertama bertemu, yaitu kamu". Wajah Katta memerah dengan rona yang manis.

Hanya derngan waktu sesingkat itu mereka sudah bersatu, setiap jum'at Katta menunggu Ryu selesai sholat jum'at, seusai sholat jum'at biasanya mereka berdua belajar bersama disekolahan.
"Ryu, wajah kamu begitu bercahaya setelah dibasahi air wudhu". Ucapnya tersenyum tipis.
"Haha, kamu ini bisa aja deh". Sambil tertawa.
"Ini kenyataan, aku berbicara berdasarkan fakta yang tertera, oh ya jadi belajar bareng kan???". Sambil mengeluarkan bukunya setiba di kantin".
"Jadi dong, kan aku udah janji".

Sepasang sejoli itupun belajar bersama, hingga pada saat pulang Katta ingin mengajaknya ke rumah nya untuk diperkenalkan . . .
Tok tok tok . . . Pintu tinggi besar diketuk pelan oleh Katta, pintu itupun terbuka . . .
"Katta, udah pulang ya, silahkan masuk".
Mereka berdua pun masuk.
"Katta, buatin teman kamu ini minuman". Ucap Mama Katta.
"Ya ma, ini bukan teman Katta, tapi pacarKatta lho". Suaranya terdengar dari dapur.

Sementara Katta didapur, Mama Katta dan Ryu bercerita mengenai hubungannya dengan Katta, tapi percakapa yang paling rumit diungkapkan adalah . . .
"Maaf sebelumnya tante, mungkin hal yang akn aku ungkapkan akan membuat tante marah atau tidak menerima, aku mempunyai keyakinan dengan agama Islam, sedangkan anak tante berbeda dengan keyakinan saya, saya benar benar tulus mencitainya tante". Ryu tertunduk lesu takut Mama Katta akan membuatnya berhenti mencintainya.
"Nak, jika kamu tulus mencintai anak tante, silahkan tidak apa-apa, asalkan kamu mau perhatian dengannya, bertanggung jawab dan tidak akan menyia-nyiakannya sebab, papa Katta sudah meninggal, dia buth sosok yang akan menjaga nya selain tante.
Ryu terkejut mendengar pernyataan Mama Katta, tidak disangka setengah restu orang tua telah diberi.
"Berarti tante merestui kami, terimkasih tante, saya akan  bersungguh-sungguh menjaga anak tante sampai kapanpun". Ryu bersemangat sekali mendengar pernyataan bahagia itu, Ryu memberi tahukan hal tersebut kepada Katta, wanita berparas manis itu tersenyum bahagia disepan orang yang disayangiya.

Tinggal menunggu restu dari orang tua Ryu. Minggu pagi, Ryu menunggu Katta dari luar gereja, setelah Katta terlihat dari pintu gereja ia langsung menghampiri Ryu . . .
"Hai, udah lama ya nunggu aku???" Tanya Katta.
"Ah ngak kok, 10 menit yang lalu aku baru nyampe disini, yuk langsung ke rumah aku, liat calon mertua". Goda Ryu.

Mereka berdua pun berangkat menaiki sepeda motor, keduanya terlihat mesra dan deg-deg an, seperti nano-nano.
Setibanya di rumah Ryu, setelah mereka masuk dan minuman sudah tersedia. Ryu memperkenalkan bahwa inilah pacarnya.
"Ma, pa, perkenalin ini Katta, pacar Ryu".Ucapnya terpenggal penggal.
"Pagi tante, perkenalkan nama ku Katta." Dengan suara yang anggun.
"Pagi juga nak, wah kamu manis ya, andai aja tante punya anak perempuan".
"Makasi tante".
"Ma, sebelumnya aku belum cerita kalau Katta ini berbeda dari kita, maksudnya keyakinannya berbeda dengan kita. Dia beragama Katolik ma, pa.". Ungkap Ryu.
"Mama setuju sja dengan hubungan kalian . . . Tiba-tiba pembicaraan Mama Ryu dipotong oleh papa Ryu . . .
"Kalo Om, tidak setuju pasalnya keykinan itu sangat penting". Papa Ryu menentang keduanya.
Katta hanya terdiam, air mukanya begitu sedih, Ryu juga ia ingin mengatakan sesuatu kepada Papanya tapi tertunda karena Papanya berbicara terlalu panjang lebar. Akhirnya kesempatan itu ada.
"Pa, tolong berikan kami restu, kami berdua sudah saling mencintai pa". Pinta Ryu.
"Bagaimana, papa bisa mengizinkan kalian jika keyakinan kalian berbeda". Papa Ryu tetap saja bersikeras.
Mama Ryu, hanya memperhatikan mereka dengan tatapan sedih, Wanita berumur sekitar 35 an itu seudah membela, tapi tetap tidak didengarkan. Haruskah keyakinan memisahkan cinta yang sudah bulat???
Akhirnya, karena keputusan Papa Ryu yang tidak setuju akhirnya mereka putus, betapa menyedihkannya cinta ketika harus dipisahkan, sepedih luka yang disayat, tapi tidak disembukan. Setelah mereka berpisah, pertemanan mereka terhalangi karena alasan Katta ingin melupakan Ryu, tidak dengan Ryu yag selalu ingin dekat dengan Katta. Terkadang setelah kehilangan cinta kita tidak mau mengungkit hal dengannya lagi, sejak kejadian itu kini Katta terlihat murung, sering jarang datang kesekolah, entah angin darimana yang datang, dia selalu sakit, sakit demam, maag karena jarang makan, bahkan tubuhnya terliat kurus. Seperti itukah penderitaan karena cinta???

Ryu tetap selalu mengirimkan pesan singkat kepada Katta . . .
"Andaikan badai menghadang bumi ini, rasa ku tak akan lenyap sekalipun terhadapmu, walaupun dewa langit mengirimkan petirnya ke daratan ini tetap saja rasak rinduku tidak akan hilang"
-Ryu-
"Jika samudera dalam memisahkan kita, sampai saat ini aku masih bisa bersamamu, jujur rasaku masi sama persis ketika ku jatuh hati padamu, sampai kapanpun"

-Katta-

Kini mereka sudah tamat di jenjang pendidikan SMA, mereka telah terpisah cinta lebih dari satu tiga tahun, kini mereka sudah berada di semester 6. Ryu kuliah di jurusan teknik elektro, sedangkan Katta berada pada jurusan kedokteran.

Saat mereka kan pergi mengunjungi SMA mereka dulu, mereka bertemu di bandara sebelum take off, dan kebetulan lainnya mereka sebangku di pesawat, mereka berbincang mengenai kehidupan mereka setelah tamat SMA.

"Katta, kabarnya kamu masuk jurusan kedokteran ya?". Tanya Ryu dengan tatapan saat bertemu pertama kali waktu SMA.
"Ya Ryu, alhamdulilah aku menempuh jurusan kedokteran???". Ucapnya bahagia.
"Alhamdulillah, lho ngomong alhamduillah itu kan pengucapan agama aku?". Tanya Ryu heran.
"Haha, Ryu sekarang aku sudah masuk Islam, aku mendapat hidayah pada saat semester 3, mama setuju saja aku masuk islam". Ucapnya sambil menertawai muka Ryu yang keheranan.
"Hmm kamu masih ingat ngak waktu kita bersatu dulu, itu masa terindah yang sulit aku lupakan"." Ucapnya sambil menatap mata Katta.
"Masih Ryu, memang itu masa yang sulit juga kulupakan, gara-gara masa itu aku menjomblo terus" Ucapnya tertawa. Cinta yang sebenarnya memang tidak akn terlupakan seumur hidup.
"Kalau masih, bagaimana kalau kita persatukan lagi???". Tanyanya bimbang.
"Ya jika kamu masih mampu memenuhi kriteria yang diinginkan mamaku,m perhatian , bertanggung jawab dan tidak akan menyia-nyiakanku, masi sanggup???". Tanya Katta menantang.
"Baik, sekali lagi ya. Ta, seandainya kamu ditakdirkan tuhan untuk dititipkan rasa kepada seseorang yang pernah mencintaimu dulu, maukah kamu menerimanya kembali???" Mengulang kalimat yang pernah ia katakan dengan sedikit perubahan. Tuhan menitipkan perasaannya ke setiap makhluknya tanpa memandang siapa kita". Ucapnya tersenyum manis. "Aku dulu pernah mengatakan bahwa aku akan menerimanya, kini aku akan menerima orang yang selalu mengisi hatiku sejak pertama bertemu, yaitu kamu Ryu". Mengulang kalimat yang hampir sama seperti jawabannya dulu.

Akhirnya meeka bersatu untuk yang kedua kalnya, mereka kembali meminta restu kepada Papa Ryu, dan ternyata restu pun diberkan kepadanya :)



          With Love




    Nurhayatii Zaiinal ♥



Sabtu, 04 Februari 2012

My Photograph


Beberapa hari yang lalu, aku beserta murid kelas ku mengadakan olahraga di atas ngarai (kalo ngak tahu di dekat Panorama Bukittinggi) setibanya disana aku merasakan atmosfer udara yang sejuk, mata ku bebas menatap kemana pun ini karna lapangannya luas. Aku baru pertama kali kesini, aktivitas pertama dalam olahraga tersebut kami mengelilingi lapangan itu sebanyak dua utara, rasa lelah tidak terasa karna aku tertawa bersama para temanku :) . . .
Aktivitas kedua atau inti olahraga kami adalah LEMPAR LEMBING, aku mencoba untuk melakukan olahraga ini tapi selalu gagal, maklum skill tidak ada . . .
Di waktu senggang, menunggu yang lainnya bersiap untuk mencoba lempar lembing, jiwa fotografi ku muncul,  aku memotret diriku bersama temanku Dian Khairunnisa, sepulang olahraga itu aku juga memotret tempat yang menurut ku sangat sedih jika tidak di abadikan.




Menatap dalam di sebuah kesunyian



 I call it with City Of Angel (haha judul cerpen saya)



 Senja terang menyelimuti kota Malaikat :)



 Kesibukan di sore hari



 Titik cerah diantara kegelapan



Ranah Minang ku :)



  Dua sejoli berpas''an (Maaf ya dea ma Gina, fotonya kebetulan ketemu ma dua anak juga sihh hehe ^^V)



Berjuta harapan bagai akar pohon



Satu gambar menjelaskan berjuta cerita, hal yang disukai fotografer tapi dibenci penulis. Ini ceritaku, versi ceritamu bagaimana ????
Bagi yang tinggal diluar Bukittinggi ayo kesini, udaranya sejuk dan dingin ...


           With Love 



      Nurhayatii Zaiinal ♥

Kamis, 02 Februari 2012

Inikah Permainan yang Kau Banggakan Itu ???

Kini kan kulupakan masa dimana kita pernah ada, takdirku bukan untuk takdirmu, biarkan aku bahagia sendiri . . .



Pagi ini aku menikmati menghirup udara berembun, beberapa puluh menit lagi aku akan berangkat ke sekolah, menerima ilmu yang bermanfaat dan melihat orang yang telah menarik hatiku ini, ohh begitu indah bagai sang pujangga membacakan puisi indahnya. Aku melamun sebentar, maaf maksudku selama 15 menit, lamunan kecil ku itu dihentikan dengan suara mamaku.
"Tyta, kamu udah sarapan belum???". Sambil mengetuk pintu.
"Belum ma, bentar lagi aku keluar".

Untung saja mama membangunkanku dari lamunan ini, kalau tidak aku bisa terlambat pergi ke sekolahan. Fiuuhhh. Setelah selesai sarapan aku langsung pergi ke tempat tujuanku, sesampainya disana aku melihat dia, hatiku berkecamuk rasa gugup, ahh tapi biarlah dia kan tidak tahu rasa terpendam ini.

Aku melihatnya lewat didepanku, bibirku tersenyum tipis. Aku pun beranjak ke kelasku. Kejadian tadi kucurahkan kepada sahabatku, Nami. Dia merespon ceritaku. Sahabat ada disaat kau membutuhkannya, carilah sahabat yang bertipe layaknya itu.
"Nami, tadi gue liat dia di depan gerbang, huaa dia cakep yahh". Canda ku pada Nami.
"Haha, oke deh buat kamu cakep, oh ya, tapi kamu tau ngak, dengar kabar dari murid kelas dia, kataya dia naksir kamu juga baru-baru ini. Selamat ya, nunggu ditembak".
"Haa serius?? ah aku kurang percaya, kita lihat yang faktanya". Ucapku dengan tampang serius.

Hari selanjutnya, aku berpapasan dengannya, dia yang kumaksud adalah Jaffar ya dia yang menarik hatiku selama ini, dia terlihat memberikan senyum indahnya kepadaku, menyapaku. Sungguh ini hal yang tidak pernah kuduga sebelumnya.

Hari demi hari, kami saling menyapa, bahkan berbicara dan tertawa. Kuhitung hari, kami PDKT hanya  membutuhkan waktu dalam jangka 2 minggu tapi kami memutuskan untuk bersatu. Secepat itukah cinta merasuki jiwaku??? Setelah aku menunggu ternyata tuhan memberikanku balasannya. Jangan pernah berprasangka dan menganggap tuhan itu tidak adil, karna sesunguhnya Tuhan pasti memberikan balasannya kepada setiap umatnya.

Hari-hari kulalui dengan bahagia, tapi itu hanya diawal saja!!! 5 hari keatas aku merasakan kejanggalan, itu terlihat jelas dia jarang sms aku, menelfon aku, bahkan berpapasan saja dia saja dia hanya mengucapkan kata "Hai" beda dari sebelumnya yang biasa dia ucapkan adalah "Hai Tyta, kamu ada kegitan ngak bla bla bla". Ahh aku benci hal ini, apa yang terjadi?? Berpalingkah dia dari ku???

Aku berusaha mencari informasi dari teman sekelasku sampai sahabat Jaffar sendiri, sampai pada akhirnya . . .
"Ki, kamu tau ngak kenapa Jaffar berubah ke aku akhir-akhir ini???" Tanyaku dengan wajah sedih.
"Hmmm aku ngak tau tuh knapa ". Dengan wajah bingung.
"Kayaknya kamu nyembunyiin seseuatu deh dari aku, coba katakan, aku butuh sebuah kejujuran". Aku mencoba menahan rasa pahit itu.
"
Tapi jangan bilang ke Jaffar atau siapapun ya". Sambil melirik kiri kanan.
"Iya iya, tenang aja deh".
Dengan air muka yang serius Kiki mengatakan hal yang sebenarnya kepadaku "Jadi gini, sebenarnya Jaffar itu jadi pacar kamu dengan tujuan tertentu, penyebabnya penyebab kesalahan ini dari kami sahabatnya Jaffar" Nada bicaranya terhenti.
"Gimana lanjutannya Ki???" Sungguh aku penasaran, hal apa yang akn di ungkap Kiki padaku.
"Kami membuat taruhan denganya Jaffar, jika dia bisa mendapatkan pacar selama jangka waktu 3 hari, aku dan sahabat dia yang lain akan mentraktir dia selama seminggu,, jika tidak berhasil dia harus datang kesekolah dengan baju yang aneh". Kiki terlihat bersalah "Maaf ya Ta, ini kesalahan yang fatal".

Aku hanya terdiam membisu, ucapan terakhir dari Kiki tidak kuhiraukan, aku berharap dia beranjak dar hadapanku, mukaku memerah ingin rasanya kuhancurkan tembok yang ada disampingku, begitu pedih terasa.
Akuy berniat mengampiri Jaffar, aku ingin memutusakan dia sebelum dia memutusakanku. Aku ingin berteriak di telinganya, agar dia tahu betapa perihnya hatiku saat ini, inikah pembalasan cintaku yang tulus ini, dunia ini begitu kejam :'(

Aku melihat dia di depan gerbang, sonyak saja kutarik dia menuju lapangan basket . . .
"Far, kamu tu kok tega banget ya sama aku, aku benar-benar sayang sama kamu, tapi kamu sia-sia in perasaanku". Suhu emosiku mulai naik.
"Apa maksud kamu Ttyta???" Dengan wajah polos.
"Halah, janga pura-pura bodoh kamu!!! kamu menjadi pacarku demi tujuan tertentu kan??? Kamu hanya menjadikanku bahan taruhamu". Aku mengepalkan tangan ku sekuat mungkin.
"Kamu tahu dari mana Ta??? Aku jadi begini karena hasutan sahabatku". Ucapnya pasrah.
"Akhirnya kamu mengaku juga, sedalam-dalamnya kamu mengubur bangkai bau busuknya akn tercium!!! Hooo hasutan sahabatmu ya?? Apakah itu seorang sahabat yang berani menjerumuskan mu ke dalam jurang kematian haa, begitu bodohnya dirimu???. Kini emosiku sudah mnecapai 10.000 derajat celcius.
"Maaf ya Ta, aku menyesal banget".
"Begitu entengnya kamu mengucapkan maaf padaku, hati ku sudah perih teriris dusta mu, inikah permainan yang kau banggakan itu???". Tanganku mulai melayang dipipinya, dan akhirnya aku menampar nya.
sambil memegang pipinya "Tyta, aku benar-benar menyesal"
"Huhh cuma kata itu yang bisa kamu ucapkan??? Ternyata kamu hanya mempermainkan perasaanku saja, pergi kamu dari hadapanku, Kini kan kulupakan masa dimana kita pernah ada, takdirku bukan untuk takdirmu, biarkan aku bahagia sendiri, ,paham??? Aku terdiam diri sendiri, aku tak pernah menyangka dia begitu teganya padaku, tampangnya berwajah manis dan baik. Ternyata tampang tidak menjamin isi hati seseorang.


Dia sudah beranjak pergi, "Maaf aku melupakanmu karna kejahatan anda sendiri". Ucapku dalam hati.
Disaat hatiku sudah kosong selama setahun, seseorang mengisi hatiku, pria itu bernama Reza, setelah aku teliti dengan sungguh-sunnguh dia benar nyata mencintaiku, kini yang kutemukan adalah kenyataan cinta sejati.
Kini aku sudah berada di kelas XII , itu menandakan bahwa sudah setahun aku bersatu bersama Reza, disaat aku akan beranjak menuju gerbang sekolah bersama Reza, aku melihat Jaffar menatap dalam diriku dari jarak yang jauh, Ohh masih ingatkah kau kejadian 2 tahun yang lalu??? Disaat kau menjadikanku seperti sebuah permainan???

Aku mendapat kabar bahwa, Jaffar kini benar nyata mencintaiku setelah kejadian itu dan da tidak bisa melupakanku , tapi aku tidak peduli lagi, dia sudah ku anggap sebagai kertas yang remuk, aku sudah memenuhi takdirku dengan Reza kini :)










*Jangan pernah kalian mempermainkan perasaan orang yang kalian cintai, setiap manusia diciptakan dengan segumpal. Jika dia sudah meninggalkanmu hanya penyesalan yang dpat diterima.




              With Love 




       ♥ Nurhayatii Zaiinal

Jumat, 27 Januari 2012

Quote of Today

Saat kita menatap ke belakang sesungguhnya kita telah tertinggal dengan orang yang merangkak ke depan. Sesungguhnya masa lalu adalah guru bagi kita untuk menatap dan membangun masa depan.

Rabu, 25 Januari 2012

Aku, Kamu dan Sepotong Kue Coklat Kecil


 Mereka adalah pasangan romantis sepanjang hidup mereka, dan mereka tidak akan terpisahkan.








Hari ini adalah hari Senin, kegiatan rutin bagi anak sekolahan diadakan hari ini, mulai dari anak TK, SD, SMP, SMA ampe kuliahan . Yapz hari ini diadakan upacara bendera. Khusus tiap hari senin, Windy berangkat sekolah pukul 06.45 memang sangat cepat, tapi ini demi mneghindari kemacetan yang selalu hadir di hari itu. Tapi hari ini Windy datang terlambat, penyebabnya adalah tadi malam cewek manis itu tidur jam 11.30 malam karena menonton drama korea kesukaannya, matanya terlihat sembab, datang dengan keadaan menguap tapi untung dia masih sempat mengikuti upacara pagi ini.

Ketika upacara berlangsung, tiba-tiba Windy pingsan, ia tersungkur, tapi untung ada seseorang yang bagi Windy adalah seorang Malaikat, dia adalah Yudha, kekasih Windy. Sosok tampan itu membawanya ke ruang UKS, dia dibaringkan di sebuah kasur empuk.

Setelah siuman, Windy bertanya dimana Yudha, salah seorang teman menunjuk Yudha yang berdiri dekat pintu UKS, Yudha pun berjalan menghampiri Windy.
"Win, kamu udah ga papa kan?". Tanya Yudha dengan suara lembut.
"Ya, ngak papa kok Yudh, yahh tapi kepala ku terasa masih pusing, tadi kepala ku terbentur ya". Tanya Windy.
"Kebentur?? ngak kok tenang aja, cuma tubuh kamu yang jatuh, jangan terlalu difikirkan sayang yang penting kamu udah sadar". Sambil tersenyum.
Windy kembali ke kelas bersama Yudha, beberapa jam kemudian bel istirahat pun berbunyi, Cewek yang rambutnya biasa dikuncir itu hanya duduk di kelas bersama Yudha dan kedua sahabatnya, Lili dan Anita.
"Win, beli makanan yuk buat ganjal perut". Ucap Lili sambil mengelus perutnya.
Sambil mengeluarkan dompet "Haha, oke deh sayang, eeh dompet ku mana??? Sepertinya tertinggal di rumah:. Sambil bergumamam "Hmm yahh kayaknya kalian lanjut aja ya aku nanti aja makannya". Sambil memeriksa tasnya.
"Lili, ne beliin kue coklat kesukaan Windy ya satu, buat Windy kusayang." Ucapnya sambil melirik pacar tercintanya.
"Ok deh, pangeran romantisnya Windy." Rayu Lili.
Lili dan Anita pun berangkat ke kantin, sepulang dari kantin, mereka kembali ke kelas membawa kue kecil nan manis itu.
"Nih kue coklat kesukaan ayang kamu." Goda Anita sambil tertawa cekikikan.
"Hehe, makasi ya Lili and Anita, Win ini kuenya aku ambilin sendok ya."
"Ya Yudh, kamu ngak makan?"
"Wahh, ngak papa ne aku makan kue nya bareng kamu???" Tanya Yudha sambil tersipu malu.
"Ya ngak papa kok Yudha jelek, ntar dari pada perut kamu ngak diisi gimana." Balas Windy dengan sejuta perhatian.
Lalu Windy dan Yudha makan kue kecil nan manis itu, Dunia terasa begitu indah ketika kamu menikamatinya layaknya memakan kue coklat yang begitu manis.
"Hmm aku, kamu dan sepotong kue kecil kita memang terasa begitu indah ya" Ucap Yudha.
"Yahh bukan Aku sama kamu, tap aku semanis kue coklat kecil itu". Sambil tertawa manis.
"Oke oke deh, kamu manis seperti kue kecil itu". Gombal Yudha.
Sementara kedua sahabat Windy memerhatikan mereka dengan tertawa cekikikan, mereka selalu memerhatikan pasangan romantis itu dengan penuh pengilhaman, benar-benar pengilhaman sejati. Mereka adalah pasangan romantis sepanjang hidup mereka, dan mereka tidak akan terpisahkan. Itu adalah julukan abadi untuk mereka dari Lili dan Anita.

Beberapa bulan kemudian pun, setelah menjalani status sebagai seorang kekasih dalam kurun waktu 3 tahun, entah ada angin apa mereka putus ditengah jalan, tentunya berita ini sangat mengejutkan banyak pihak.
"Win, kamu beneran putus ya sama Yudha". Tanya Anita.
"Ya Nit, tapi tenang aja, kami putus baik-baik kok, alasan aku putus aku dan dia hanya mau fokus sama UN dulu, mungkin kami bisa balikan lagi". Ucapnya tersenyum pahit.
"Ok deh Win, yang terbaik ada di kamu, kamu pasti bisa menentukan apa yang terbaik dari diri kamu sendiri". Sambil menyemangati sahabat manisnya itu.


Setelah mereka lulus dari SMA dengan nilai yang memuaskan, mereka melanjutkan ke perguruan tinggi yang sama, setelah beberapa bulan disana, Yudha tidak pernah kembali meminta Windy untuk bersamanya lagi.
Apakah rasa cinta itu sudah hilang??? atau Rasa itu patutkah dipendam??
Windy tidak terlalu memikirkan hal itu, biarkan saja waktu yang menjawabnya.

Hmm masa SMA dulu Aku, Kamu pernah menjadi Kita, dan kini kita terpecah menjadi Aku dan Kamu cukup itu.
Ingatkah ketika kita memakan kue coklat kecil bersama dulu??? Jika ku ingat waktu kini rasanya begitu pahit seperti kopi sayang.



            With Love



    ♥ Nurhayatii Zaiinal


Jumat, 20 Januari 2012

Dia Makhluk Layaknya Kalian Semua

Jam bulat di dinding kelasku menunjukkan pukul 10.30 dan bel istirahat pun berbunyi. Aku mempunyai rencana  mengisi waktu selama 30 menit itu untuk berkeliling sekolah sendirian, aku ingin mengamati apa sajakah kegiatan yang mereka semua lakukan selain jajan dikantin sekolahan.
Aku berjalan menelusuri lapangan basket, aku merasa tertarik dengan kegiatan semacam ini. Salah satu cabang olahraga ini adalah favorit ku sebab aku dari dulu ingin sekali bermain basket, tapi tetap sampai sekarang tidak bisa. Aku duduk ditepi lapangan basket sendirian, aku membuka bungkusan kue strawberry yang sengaja aku bawa untuk menghemat bisi kantongku. Berusahalah anda untuk berhemat, siapa tau uang yang anda hematkan itu bisa membeli sesuatu yang diimpikan.
Tiba-tiba ada seseorang yang menarik perhatian ku, aku melihat dia mendapat bola oranye itu dari lemparan salah satu teman ku. Dia hanya mengambil bola itu dan memandanginya terlalu lama lalu mengusap bola itu dengan perlahan, sepertinya dia menyukai bola itu. Dan itu membuat para pemain kewalahan solanya bolanya tidak dioper ke arah orang lain. Bagiku itu memang aneh. Lalu tiba-tiba ada seorang temanku bilang seperti ini . . .
"Hei, IQ loe berapa sih penasaran gue". Ucap nya dengan nada kasar ditambah nyengir sisepan khalayak banyak.
Dia diam saja setelah mendengar pertanyaan kasar itu, aku merasa terkejut tidak kusangka teman yang selalu kupandang baik ternyata melontarkan kata-kata pedas dari mulutnya, aku pun hanya bisa tercengang.

Setelah ku cari informasi secara mendetail, fakta yang aku dapatkan adalah bahwa sosok itu bernama Aldo, dia agak berbeda dari kita, maksudku dia agak bersikap seperti anak autis tetapi bukan autis , dan jangan salahkan kemampuan otaknya. Karna kemampuan otaknya sangat menakjubkan.
Setiap aku melewati kelasnya, aku melihat dia itu bukan aneh tapi unik, aku melihat bahwa setiap hari dia membawa peralatan tulisnya kemana saja yang didimpan di dalam kantong depan bajunya. Tapi sisi iba datang juga dari dirinya, ketika dia makan sendirian dikantin selalu sendiri, sepertinya dia disisihkan. Mengapa orang selalu berteman dengan orang yang mempunyai kelebihan???

 Dan aku pun juga melihat temanku itu juga menghinanya setiap kali dia bertemu, aku rasa dia hanya iri . . .
"Eh Aldo, loe tu bisa ngak main basket???". Hina Gio lagi.
Tetap saja Aldo terdiam.

Semakin lama aku semakin membenci temanku ku itu, ingin rasanya aku mendobraknya  dan memakinya walaupun aku ini seorang perempuan dan dia seorang laki-laki, tapi rasa kemanusiaan ku pasti ada terhadap seseorang yang lemah.

Cobalah untuk menjadi lebih berani ketika dirimu atau seseorang dicaci maki.

"Gio, kamu aku liat sering ngeledek Aldo ya???" Tanyaku baik-baik.
"Haa ngeledek ngak ada tuh Cin". Jawabnya polos.
"Halaah jangan boong deh, aku sering liat koq, ngak nyangka ya, kamu ternyata sifatnya begini, aku pikir waktu kita baru berteman kamu itu sangat baik, ternyata". Tiba-tiba kalimatku dipotong.
"Ya ya, aku memang sering ngeledek dia, tau kenapa aku ngak suka aja orang kayak dia, seperti anak autis!!!! Paham" Ucapnya dengan nada emosi.
Hawa emosi ku mulai memuncak "Heii, kamu itu ya, kamu pikir kamu itu sempurna, ngak kan?? liat aja bobot badan kamu dulu gendut, otak kamu pas-pas an"

Pertengkaran hebat kami ditonton sejumlah siswa termasuk Aldo, cowok penyendiri itu hanya bisa menatap ku dengan tatapan pemberi semanagat, rasa takut campuk aduk lah.
Pertengakaran kami berakhir dengan putusnya pertemanan kami yang dirancang sedemikian rupa sejak kelas 1 SMA. Tak ada rasa penyesalan dalam hidupku.
Setibanya di kelas . . .
"Cintya, kamu beneran mau putusin pertemanan sama Gio???".Ucap Nessa bingung.
"Beneran Ness, aku udah muak sama sikap dia, mending cari teman yang benar benar baik sikapnya". Ucapku masih dengan nada emosi.

Beberapa hari kemudian, teman-temanku mulai banyak bicara, mereka sebenarnya mendukung keputusan ku untuk melakukan hal itu. Seisi kelas terutama shabat dekat Gio sangat benci dengannya, karena sebenarnya Gio itu mulutnya sangat pedas sekali. Dalam hati aku masih tidak percaya sama sekalai. Aku pun menanyakan ke kelas tetangga, mereka mengatakan hal yang sama.
"Cin, kami semua memang ngak suka sama sikapnya Gio, aku fikir hanya kamu aja yang ngak benci sama dia, tapi syukurlah tuhan nyadarin kamu. Ucap salah satu siswa.

Ohh tuhan ternyata selama in aku berteman dengan teman yang salah. Tapi aku juga berusaha agar teman-teman sekelasnya Aldo tidak memandang remeh dia hanya perbedaan yang sedikit dengan kita. Walaupun sampai sekarang aku melihatnya masih sendirian tanpa teman satupun. Dan dia adalah makhluk layaknya kalian semua.





        With Love


   ♥ Nurhayatii Zaiinal


Selasa, 17 Januari 2012

Menatap Rasa Itu

Hari ini adalah hari Senin, dan ini adalah pertama di semester kedua bagi Alvin  untuk menuntut ilmu di SMA tercinta nya ini ini. Alvin and The Chipmunk adalah sosok yang sangat baik, ramah, pintar serta jago main basket. Kali ini dia mempersiapkan dirinya seistimewa mungkin untuk pelajaran baru, bagaimana tidak Alvin mempunyai resolusi di tahun 2012 untuk menjadikan dirinya semampu mungkin untuk memahami semua pelajaran.

Alvin melangkahkan kaki pertamanya di gerbang sekolah, menikmati udara pagi yang masih berembun, ketika dia baru akan menaiki tangga ke kelasnya dia melihat sosok perempuan manis yang lewat dihadapannya, perempuan itu terlihat sedang tertawa manis bersama salah seorang temannya. Dia merasa ada yang menarik dari perempuan itu. Hati nya terus bertanya siapa dia, dimana kelasnya, kenapa aku jadi begini?????
Setibanya di kelas . . .
"Eh, Joe tadi di kelas gue liat ada anak cewek, maniiiss banget deh" Ucap Alvin sambil meletakkan tasnya.
"Cieehh ada yang falling in love nih, sapa sih orangnya" Tanya Joe.
"Gue, ngak tau juga baru kali ini gue lihat, kalo ketemu gue liatin deh orangnya siapa eitss tapi gue kagak falling in love tau". Sambil tersenyum malu.
"Siipp dah" Balas Joe.

Hari Selasa, pada saat jam istirahat, Alvin dan Joe Shandy makan di kantin. Alvin kembali melihat sosok perempuan manis itu dan langsung mengatakan kepada Joe dia melihat cewek itu . . .
"Joe joe, itu cewek yang ge bilang manis itu, gimana menurut loe?". Tanya Alvin.
"Hmm dia, yaahh baru tau ya sama dia?? Dia itu Sania, dia memang manis kok terlebih lagi". Menjelaskan layaknya professor kepada Alvin.
Dalam hati Alvin yang terdalam, dia merasa sudah ada rasa terhadap perempuan itu, tapi hatiya juga berkata lain, dia takut jatuh cinta!!! Penyebabnya adalah dulu dia pernah disakiti mantannya dulu, dan itu masih membekas sampai sekarang. Jika kau merasa tersakiti, memang sangat sulit untuk melupakannya tapi cobalah untuk melupakannya.
Hari demi hari rasa itu selalu bertambah dan tiap hari Alvin selalu memikirkan Sania, dia mencoba menghapus bayangannya terhadap masa lalunya itu, tapi tetap tidak bisa, hatinya berlawanan arah dengan pemikirannya.
Rasa cinta itu bisa datang dari hal sekecil kerikil jalanan. Rasanya semakin menjadi jadi ketika dia mengetahui bahwa perempuan manis itu bersifat ceria, ramah, baik, serta rajin ibadah. Sepertinya itu tipe yang sangat di idamkan.

Akhirnya Alvin memberanikan diri untuk mendekati perempuan itu, dia meminta nomor hp Sania lewat teman sekelasnya, dan akhirnya "I Got It!!" Ucapnya bahagia.
Awalnya dia malu-malu memulai sms dengan Sania, dia memulainya dengan kalimat basa basi, begitu lucu terlihat. Biasanya kalimat basa-basi digunakan ketika kamu tidak ada pembahasan topik lain, atau memulai suatu PDKT.
Setelah lama kemudian, rasa takut disakiti itu pun hilang buyar seketika.

Setelah sebulan PDKT, Joe menyakan sesuatu kepada Alvin lokasinya tepatnya di kantin lagi. . .
"Vin, loe kan dah lama PDKT, so kapan loe nembak Sania???"
"Hmmmm liat tanggal keberuntungan dulu ya" Ucap Alvin sambil meminum Capuccino nya.
"
Akhirnya sesuai tanggal keberuntungan menurut Alvin, Cowok tinggi itupun memberanikan diri menembak Sania dengan romantis yakni menyanyikan lagu Just The Way You Are-nya Bruno Mars, dan Sania pun menerimanya . . .

Huiii So Sweet laaaa...
NB : *Awalnya memakai nama Susan bukan Sania, Susan adalah pacarnya Bima, Suisan itu sejenis boneka . . . Ihh Bim bim mau ja ku comblangin ma Susan yaaa..
      : Kantin adalah tempat favorit say.



        With Love



 ♥ Nurhayatii Zaiinal

















.

Minggu, 15 Januari 2012

City Of Angel

 "Tuhan menciptakan semua makhluknya di muka bumi ini dengan tujuan tertentu . . . . . . . "

Tik tok tik tok tik tok . . . . . . KRRRIIINNNNGGGGG !!!!!
Ohh suara itu kembali berbunyi tepat pukul 05.00 pagi, suara itu berasal dari meja kecil nan lucu disamping kepalaku, aku pun terbangun dengan rasa bahagia menikmati hari ini. Aku merasa bawa setiap detik saja begitu pentingnya di hidupku, mengingat jika tiba-tiba malaikat maut akan menghampiriku lalu memisahkan tubuhku dengan jiwa ku.
Aku langsung bergegas menuju kamar mandi, mengganti baju tidurku dengan seragam putih abu-abuers, lalu menikmati sarapan pagi ini "Nasi  Goreng" buatan mama tercinta. Mumpung waktu masih menunjukkan pukul setengah enam pagi sontak saja aku menyiram tanaman bunga di depan pintu kamarku, melihat mereka tumbuh hijau aku merasa berarti tinggal di dunia ini.
"Rin, kamu pake jaket sana gih... ntar kamu kedinginan lo" Ujar mama sambil membelai rambutku.
"Ma, Ririn ngak apa-apa koq, lagian Ririn pengen banyak hirup oksigen, banyak bergerak biar aku bisa cepat sembuh ma"
Aku sebenarnya adalah seorang makhluk penderita leukimia alias Kanker darah !!! Aku merasa tubuhku sering lemah. Aku tetap bersekolah seperti yang lainnya. Aku merupakan sosok yang ceria tapi terkadang rasa putus asa datang mengunjungi ku, tapi diriku ini berusaha mengilangkan perasaan buruk itu. Biasanya aku berangkat ke sekolah melalu jalan setapak, perjalanan rumah menuju sekolahku hanya terbilang 500 meter saja.
Sesampainya disekolah ...
"Guten morgen freunde, gimana kabar kalain semua". Sapaku ujar dalam bahasa Jerman.
"Haii Rin, kabar kami baik saja, kamu pasti punya kabar yang baik, wajah kamu ceria selalu". Balas mereka dengan menghampiriku. Hmm aku rasa mereka hanya menyemangatiku untuk terus berjuang hidup saja.
Hari hari di sekolah kulalui dengan bercerita bersama para sahabatku Ami dan Regina, mereka selalu mendengarkan curhatanku sepanjang waktu istirahat di kelas. Rasanya memiliki sahabat seperti mereka itu begitu indah bak punya malaikat penjaga, mama ku juga adalah seorang malaikat cantik, betapa indahnya. Kemanapun kau melangkah malaikat itu selalu melindungi mu :)
"Mi, Gina, andaikan waktu ku tinggal beberapa hari lagi, kalian mau ngak temenin aku sampai batas waktu ku habis?" tanyaku dengan keceriaan yang menurun.

"Ya ampun, Rin, jangan ngomong kayak gitu, walaupun kamu hidup sampai 100 tahun kami bakal nemenin kamu koq". Ungkap Ami.
"Ho oh Rin, bagi kami kamu adalah seorang malaikat pelindung kami, kami ngak mau kehilangan kamu". Celoteh Gina sambil mengusap tangan ku.
"Tuhan menciptakan semua makhluknya dimuka ini dengan tujuan tertentu, jadi kalau tuhan mengambil malaikat kalian ini pasti juga ada tujuannya, mungkin aku juga akan benar-benar menjadi malaikat disana nanti". Ku coba tuk menghibur perasaan putus asa ku itu.
Tiba-tiba saja, perut ku terasa nyeri sekali, beberapa waktu kemudian akupun pingsan. Tubuh mungil ku ini dilarikan kerumah sakit, aku hampir sadar disana, ketika itu aku mendengar suaraku berbicara dengan seorang laki-laki, ah mungkin saja itu seorang dokter. aku mendengar percakapan mereka dengan tidak jelas, tapi yang pasti kalimat yang kudengar adalah "Stadium akhir dan 2 minggu" apakah itu mengenaiku, mungkinkah penyakitku sudah separah itu, baru saja aku melalui penyakit ini selama 5 tahun semenjak kelas duduk 5 sekolah dasar???" Hati ku bertanya heran. Apakah tuhan akan begitu cepat mengambilku???
Mataku terbuka, otakku sadar, aku melihat sahabatku dan mama. Sepertinya mereka menangis tadi, mata mereka bengkak.
"Ma, aku kenapa dibawa kesini??" tanyaku polos.
"Nak, kamu tadi tu kecapeakan lalu pingsan di sekolah, mereka yang membawamu kesini". Sambil menunjuk kedua malaikatku.

Semenjak kejadian itu, aku izin sekolah, hari-hariku kulalui di rumah saja. Sepulang sekolah Malaikat pelindung ku mampir selalu ke rumah melihat keadaanku, dan tiap malam minggu mereka tidur dirumahku sambil bercerita tentang keadaan sekolah disana dan mengajari ku mengenaiku pelajaran sekolah yang ketinggalan. Kedua malaikat pelindung ku mengatakan betapa rindunya seisi kelas pada Ririn yang selalu melontarkan pertanyaan setiap pagi. Aku hanya tertegun memikirkan mereka, jika ku benar benar pergi akankah aku masih ada dihatinya??

Tidak terasa sudah 12 hari aku dirumah, aku berfikir 2 hari lagi tepat sudah 2 minggu. Otak kanan ku spontan berfikir cepat, hari itu juga aku meluangkan waktu bersama mama dan papa pergi bersama jalan-jalan ke tempat waktu aku kecil dulu ketika aku masih terus merengek , di tempat itu aku teringat dulu aku pernah membawa lari makanan ringan tanpa sepengetahuan papa dan mama dan itu membuat kedua orang tua ku kewalahan. Aku tersenyum sambil menahan bendunganair mata.
Hari setelah yang kebetulan hari minggu ku luangkan waktu ku bersama sahabatku, aku meminta mereka membereskan kamarku.
"Rin, ngapain minta tolong beresin kamar kamu, barang kamu kok semuanya disimpan, nih liat kamar kamu kayak kamar kosong aja" Tanya Gina.
"Hoho ngak kok, aku mau tata ulang kamar ini, makanya mau dikosongin, eh jangan bilang ma papa mama ku ya" Pinta ku sambil meletakkan jari di bibirku.
Hari keempat belas, aku ingin pergi sekolah, entah setan apa yang membujukku. Aku berangkat seperti biasa tapi kali ini ditemanin kedua malaikatku.
Jam 10.30 waktu istirahat, aku pergi ke kantin,aku berkhayal bahwa hari ini aku akan pergi ke dunia yang berbeda, temanku-temanku (semua siswa kelas) hanya terenung mendengarnya.
"Rin, kamu kanapa selalu mengkhyalin hal yang ngak enak didengar???" Tanyak Fikri keheranan.
"Ah aku merasa hal seperti itu akan menghampiriki sesaat lagi, selagi aku masih sanggup bernafas detik ini, aku hanya bisa mengatakan maaf kepada kalian semua, Oh ya aku juga bawa kue coklat kesukaan kalian juga lho" ucapku dengan tawa hangat sambil membuka penutup kue manis itu.
Bel pun berbunyi aku berjalan bersama mereka, LAGI-LAGI perut ku terasa sakit, aku merintih kesakitan, aku terjatuh tepat di depan lapangan basket. Semaua nya terkejut, membawa ku ke ruang UKS. Hampir tepat di depan ruang UKS aku terjatuh lagi, aku melihat sosok yang berbeda dan indah benar-benar indah, berpakain putih, sayap yang indah, dan sosok itu berjalan mengampiriku. Aku menatap semua temanku termasuk para sahabatku.
Aku melontarkan kalimat yang penuh makna . . . . . .
"This is a City Of Angel, You're my angel Friend's :)" Tersenyum hangat
Tiba-tiba saja rasa sakit itu hilang, tubuhku tidak lemas lagi, ringan seperti dulu kala aku sehat. Aku tersenyum lagi. Malaikat itu tepat di depanku, berkata:
"Memang ini dunia penuh malaikat,kamu beruntung sekali wahai gadis mungil" Ucap sang malaikat tenang.

Ya, aku merasa tuhan telah mengirim sosok malaikat untuk menyembuhkan ku, hati ku berkata aku bisa berkumpul bersama orang yang ku sayangi, tuhan mempunyai kehendak lain terhadapku.

Oh tapi kehendak itu adalah  . . . .

Tidak terasa tubuhku telah berpisah dengan jiwaku, ketika itu aku , melihat para temanku termasuk sahabatku menangisi kepergianku . . .
Lalu aku pun berjalan dan menghilang . . .



      With Love


♥ Nurhayatii Zaiinal ^^